Dalam Sebuah Pencarian - Muktamar VIII KAMMI, Muktamar Cinta

Novel Dalam Sebuah Pencarian
M. Sadli Umasangaji


Muktamar VIII KAMMI, Muktamar Cinta



 


Muktamar adalah permusyawaratan tertinggi KAMMI, memegang kekuasaan tertinggi KAMMI. Muktamar merupakan momentum refleksi sekaligus evaluasi perjalanan periodik organisasi KAMMI selama dua tahun. Peserta muktamar terdiri dari Pengurus Pusat, Pengurus Daerah, Pengurus Wilayah KAMMI, Badan-badan Khusus serta LSO di tingkat pusat, MPP KAMMI, dan Undangan Pengurus pusat. Muktamar VIII KAMMI kali ini mengusung tema “Menyongsong Kebangkitan Peran Indonesia di Kancah Dunia Melalui Gerakan Intelektual Profetik dan Semangat Keber-Islam-an”.

            Tertanggal 29 Mei 2013, kami, Pengurus Daerah, serta Pengurus Wilayah KAMMI Maluku Utara berangkat dari Bandara Babullah Ternate menuju Bandara Soekarno-Hatta. Sekitar jam 11 siang, Wahib, akhi Yusuf, akhi Safrudin, Akhi Wawan, Ukhti Nita, kita dari Pengurus Daerah KAMMI Kota Ternate, akhi Safrudin dari Pengurus Daerah KAMMI Kepulauan Sula, Kak Fauzan, Kak Alvis, Kak Djarir, Kak Hamka, dari Pengurus Wilayah KAMMI Maluku Utara.

            Setelah perjalanan kurang lebih 4 jam, tiba juga kita di Bandara Soekarno-Hatta. Setiba di Bandara, sebagian kader, entah mau jalan ke mana tapi belum ke tempat panitia Muktamar, mengingat Muktamar masih tanggal 30 Mei 2013 baru berlangsung. Tinggal, aku, akhi Yusuf, akhi Wawan, akhi Safrudin, Kak Fauzan, ukhti Nita yang ke tempat panitia. Naik Bus kemudian naik angkot hingga ke Tangerang Selatan. Makan waktu kurang lebih 4 jam pula. Tiba di UIN Syarif Hidayatullah, ukhti Nita bersama panitia akhwat. Dan kita, para ikhwan, naik kembali angkot ke tempat panitia. Ke sekretariat KAMMI Daerah Tangsel, tempat panitia, tempat malam itu kita menginap.

            Setiba di Sekretariat KAMMI Tangsel, sudah ada beberapa kader KAMMI dari daerah lain, PD KAMMI Tasikmalaya, PD KAMMI Kalbar. Semalam menginap, esoknya kembali datang beberapa kader KAMMI lagi dari daerah lain, PW KAMMI Jabar, PD KAMMI Kepri, PD KAMMI Kalsel, dan beberapa PD dari KAMMI Sumatera.

            Setelah menunggu dan tiba juga di Universitas Terbuka, tempat menginap selama Muktamar adalah Wisma UT Pusat. Setiba di sana, Wahib tetap sekamar dengan akhi Yusuf  dan akhi Safrudin.

            Pembukaan Muktamar. Muktamar dibuka dengan berbagai agenda dan diisi dengan berbagai hiburan, ada musik dari anak Punk Jalanan, ada sulap, dan bagi sebagian kader pembukaan Muktamar terlalu banyak diisi hiburan. Malam itu dalam orasinya, Ustad Muhammad Ilyas, Lc (Ketua Umum KAMMI Periode 2011-2013) mengatakan Muktamar KAMMI adalah Muktamar Cinta. Kata-kata yang mencoba membingkai Muktamar dengan ukhuwah.

            01-04 Mei 2013, agenda mulai diisi dengan orasi kebangsangan dari berbagai tokoh nasional, dan agenda-agenda persidangan dalam Muktamar.

            01 Mei 2013, turut mengisi dalam orasi kebangsaan, yang pertama adalah Bapak Oesman Sapta, Ketua Umum HKTI. “Perubahan tidak hanya dilakukan oleh partai politik, namun mahasiswa yang dapat diandalkan sebagai pejuang seperti halnya di tahun 1928 hingga 1945, sebagai garda terdepan seperti 1960-an dan pengawal reformasi layaknya di 1998. Perankan diri semaksimal dengan jalur. Kendalikan strategi struktur, skill, spirit, dan split target. KAMMI! Bangkit!”, sedikit untaian dari orasi Oesman Sapta.

            Orasi Kebangsangan Kedua adalah Bapak Irman Gusman, SE, MBA, Ketua DPD RI. KAMMI cukup familiar di tahun 1998-an. KAMMI menjadi pelopor reformasi. Agenda reformasi, tuntutannya; Supremasi Hukum, Pemberantas KKN, Mengadili Soeharto dan kroninya, Amandemen Konstitusi, Hapus Dwi Abdi, Otonomi Daerah, Kebersamaan di depan Hukum. Inilah tujuan Muktamar untuk meluruskan cita-cita reformasi.

            Mungkin sudah saatnya KAMMI bangkit, mungkin KAMMI terlalu banyak baca buku. Ukuran nilai demokrasi; pemilu, pluralitas, fungsi pemerintah (birokrasi), penggunaan sipil, partisipasi masyarakat, budaya politik. Dan Indonesia masih cacat demokrasi, nilainya masih di bawah Thailand, cetus Irman Gusman dalam orasinya ini.

            Nilai-nilai Islam dimasukan kebijakan negara-negara Islam. Bagaimana nilai-nilai Islam itu hidup dalam negara-negara Islam, negara pemeluk Islam, negara non-Islam. Negara Indonesia peringkat 140 untuk penerapan nilai-nilai Islam. “Sesungguhnya aku lebih melihat di negara-negara non Islam dibandingkan negaraku” (Muhammad Abdu).

            Indonesia nilai demokrasi masih miris tapi untuk ekonomi tidak buruk, masih masuk peringkat 6 hingga 20. Dan hanya 4 negara ASEAN yang masuk. Ciri-ciri ekonomi terjajah (menurut Bung Karno); Negara Impor, Negara menjadi Produksi Untuk Perdagangan Pasar , Negara menjadi dikuasai Negeri Kapital.

Bagaimana tugas KAMMI, mengkriteria kepemimpinan KAMMI; melihat track record (tepat dan pas, bukan instan), dan visioner. Kekayaan Bangsa, ada 4 hal. Pertama; Pengetahuan, Teknologi, Skill; Kedua; Mimpi. Ketiga; Spirit. Keempat; Percaya diri dan Doa.

Masa depan Bangsa ini tergantung pada pemuda, reformasi banyak memberikan perubahan dan pembenahan. Dan pemuda membutuhkan ruangan untuk mencapai posisi puncak perubahan tersebut. Kini demokrasi Indonesia masih harus diperbaiki dan inilah tugas dari kita. Kesalehan individu harus mengembangkan pada kesalehan sosial. Tidak ada negara yang terbelakang tapi yang ada adalah yang salah urus. Sehingga kita butuh orang yang bisa mengurusnya. Latar belakang seperti itulah yang menunggu kuatnya pijakan pimpinan 2014. Indonesia membutuhkan mereka para pemimpin yang berintegritas, visionaris, aspiratif, dan problem solver. Begitulah Orasi Kebangsaan Bapak Irman Gusman, SE, MBA.

02 Mei 2013, Orasi Kebangsaan Ketiga datang dari Bapak Harry Tanoe. Siapa yang tidak kenal beliau. Harry Tanoe adalah penguasa media Indonesia. Pemilik MNC Group, MNC TV. Dalam orasinya Harry Tanoe berbagi kisah hidupnya, kisahnya sebagai Entrepreneur.

Indonesia membutuhkan entrepreneur. Penggerak ekonomi itu manusia. Untuk menjadi negara yang besar membutuhkan manusia yang handal. Harry Tanoe mengatakan pengusaha sukses itu; fokus pada kualitas, lakukanlah apa yang kita kerjakan itu dengan cepat, dan harus rendah hati. Harry Tanoe juga mengungkapkan musuh terbesar setiap orang adalah dirinya sendiri. Dalam menjadi entrepreneur, mengalir saja tapi tetap fokus pada kualitas, intropeksi diri, dan sabar.

Indonesia berhak jaya, salah satu cara menggapai kejayaan adalah dengan langkap entrepreneur. Entrepreneur sukses itu fokus pada kualitas, lakukan dengan cepat, rendah hati dan bersabar. Orasi Kebangsaan Harry Tanoe.

Orasi kebangsaan berikut adalah Ketua PP KAMMI Periode 2000-2001, Andi Rahmat. Orasi kebangsaan yang cukup ditunggu-tunggu, dinanti oleh semua kader KAMMI. Dalam orasinya, Andi Rahmat mengatakan “Tantangan kita berbeda maka cara mengekspresinya juga berbeda”. Tantangan sekarang multifase. Menjaga karakter dan cita-cita kita. Tetap menjaga otentitas kita sebagai kader dakwah. Sebagai aktivis dan sebagai mujahid, kita bergabung itu karena punya ide.

“Tidak ada yang namanya kehidupan duniawi dan akhirat karena sesungguhnya setiap kehidupan dunia akan dipertanggungjawabkan di Akhirat”, cetus Andi Rahmat.

Karena kita yakin dengan risalah dan ide kita. Karena keyakinan kita adalah Allah dan tidak boleh kita lupakan itu. Kita akan bertarung dalam jangka panjang maka kita perlu mental yang panjang. Dan membutuhkan ilmu dan sabar.

“Kita ciptakan KAMMI bukan hanya untuk menghancurkan Amerika dan meruntuhkan SBY tapi untuk tujuan peradaban. Esensinya KAMMI adalah kezaliman adalah musuh abadi KAMMI”.

Risalah, iman. “Antum itu tinggal di dunia dan bergaul dengan dunia dan memberi warna pada dunia. Itulah antum, KAMMI”.

Tawakal. Keyakinan bahwa segala sesuatu telah tertulis dalam lauf mahfudz. Ikhtiar. Pangkal dari ini semua adalah Allah, ujung dari ini semua juga adalah Allah. Umar bin Khatab berkata, “Aku menolak takdir dengan takdir yang lain”.

Mihwar dauli, mihwar KAMMI. Rasulullah SAW ketika mengatakan eksistensi dakwah maka Rasulullah telah siap untuk konflik dengan siapa saja. Khulafaur Rasyidin, semuanya syahid dalam keadaan dizalimi. Makin besar tantangannya, makin besar spiritual.. Kita tahu resikonya karena kita hidup dalam resiko ini. Daulah rijal, kisah Sultan Al-Fatih.

Indepensi KAMMI, Andi Rahmat juga berbagi cerita tentang independensi KAMMI yang menurutnya independensi KAMMI itu dibela tiga hari tiga malam. Maka KAMMI memang independen. Oleh karenanya indepensinya perlu dijaga.

Kader KAMMI itu kaderisasi terbaik dalam misholah dakwah, pikirannya syamil, peradaban dan cita-cita. Struktur dan pengurus itulah yang perlu diluruskan, itulah lawan KAMMI.

“Untuk menjadi kader militan, setidaknya memiliki kekuatan yang mendalam atas ide yang mendalam; pertama ilmu, kedua sabar dalam jangka yang panjang. Tendensi dan tujuan kita adalah peradaban. Kita tidak dididik untuk mengalahkan Amerika ataupun menjadi musuh SBY. Kita dikader untuk membangun peradaban, dan selama proses itulah kita menemui beragam hambatan dan tantangan”. Rangkaian Orasi Kebangsangan Andi Rahmat.

DR. Salim Segaf Al-Jufri, MA, Menteri Sosial Republik Indonesia, adalah Orasi Kebangsaan Kelima. Dalam orasinya DR. Salim Segaf Al-Jufri, MA mengatakan kurang lebih 700 tahun, Islam berada di Jazirah Arab. Kurang lebih 600 tahun, kepemimpinan Khilafah Islamiyah. Sejauh ini adakah kepemimpinan Islam di dunia?

Menyongsong kebangkitan peran Indonesia di kancah dunia bukan suatu mimpi. Karena Indonesia memiliki peluang luar biasa dari sisi penduduk Islam dengan kapasitas terbesar di dunia. Prediksi Jim O yang mengemukakan bahwa Indonesia bersama dengan Mexico, Korea Selatan, dan Turki bisa memperoleh kejayaan ekonominya, posisi rakyat Indonesia yang besar philantropy-nya bukan sebatas pemberian bantuan, sumber daya manusia yang baik dan fasilitas alam kita yang luar biasa. Bukan tidak mungkin, membumbuinya dengan semangat kesetiakwanan sosial akan memberikan dorongan perbaikan yang lebih luar biasa.

Yang luar biasa itu kalaupun orang itu mampu memberikan ide dan kolaborasi. Intelektual, mengikuti sunnah Nabi. Surga itu tempat kita. Sholat, Zakat, itu wajib bagi kita. Cetus DR. Salim Segaf Al-Jufri, MA.

DR. Salim Segaf Al-Jufri, MA menyampaikan perlunya membangkitkan peran Indonesia dalam kancah internasional melalui upaya mengembangkan Sumber Daya Manusia (SDM) agar lahir para pelopor perubahan yang mampu membawa bangsa Indonesia ke arah kemajuan dan diperhitungkan pada kancah internasional; upaya kaderisasi pemimpin masa depan berkelas dunia; upaya mengoptimalkan peran Indonesia untuk turut serta secara aktif menciptakan perdamaian dunia dan keadilan sosial; upaya mencegah berkembangnya pola/gaya hidup konsumerisme, hedonistik-kapitalistik, eksklusivisme dan primordialisme; mengembangkan kesadaran kolektif internal maupun eksternal; mengembangkan IPTEK sebagai modal dasar memasuki persaingan global.

Sebagai organisasi kepemudaan khususnya mahasiswa, KAMMI memiliki peran penting dalam mengembangkan, mentradisikan dan mempraktikan nilai-nilai ajaran islam pluralis melalui program aksi yang mengarah pada kaderisasi pemimpin masa depan yang berkarakter, inovatif dan kompetitif.

Melemahnya wawasan kebangsaan merupakan ancaman. Di tangan para pemudalah dapat ditumbuhkan kembali nilai wawasan kebangsaan agar Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) tetap utuh dan terjaga,” kata DR. Salim Segaf Al-Jufri, MA. Menurut DR. Salim Segaf Al-Jufri, MA yang juga Menteri Sosial, untuk memperkuat wawasan kebangsaan bisa dilakukan melalui dua cara. Pertama, dengan memperkuat kohesi sosial bangsa Indonesia yakni melalui upaya menyatukan cita-cita dan tujuan hidup dengan mengutamakan kepentingan bangsa di atas kepentingan pribadi dan golongan. “Berbagai kesamaan itulah menjadi dasar, bangsa Indonesia bisa tetap eksis dan mampu menjawab setiap tantangan zaman”, ungkapnya.

Kedua, memperkuat adesi sosial. Yakni melalui upaya merekatkan keberagaman karakteristik bangsa dengan sistem demokrasi yang kondusif bagi kemajuan bangsa serta pemerintahan yang berwibawa, bersih dan amanah, serta memperkuat rasa bangga bangsa Indonesia. “Para pemuda memiliki tugas memperkuat kohesi dan adhesi sosial. Saya percaya KAMMI bisa melakukan itu dengan baik, untuk kejayaan dan kemajuan bangsa, sekaligus menjadi pencerah di tengah masyarakat” tegas DR. Salim Segaf Al-Jufri, MA.Demikian segelintir Orasi Kebangasaan ini.

03 Mei 2013, Orasi Kebangsaan Keenam dari Ketua Umum PP KAMMI Pertama, Fahri Hamzah, SE. Dalam orasi ini Fahri Hamzah menguraikan tentang Leadership Transformatif. Mentransformasi kepemimpinan secara sistemik. Tuntutan reformasi → Ketidakpastian → Penyesuaian sistemik → UU tentang KPK → Regulasi Intitusi Budaya → Amandemen 4X →Konstitusi Baru → Negara Baru → Penyimpangan. Sadap → Tangkap → No Lawyer → Bohong → Hak Saksi → Rot → Media → Blackmail → Vonis Menang.

“Pejuang perlu berkaca pada hatinya, apakah ia berjuang karena dendam ataukah benar-benar atas dasar keikhlasan.” ujar Fahri. Ia juga menjelaskan, perjuangan yang dilakukan adalah perjuangan untuk melawan tirani karena merupakan sebuah bentuk kezaliman. Fahri menekankan pentingnya meluruskan niat dalam sebuah perjuangan. Menurutnya, yang menjadi musuh adalah kezaliman, bukan dendam terhadap individu. Fahri Hamzah juga mencontohkan kisah Ali bin Abi Thalib saat hendak membunuh musuh dalam peperangan. Ketika Ali diludahi sang musuh, ia mengurungkan niatnya untuk mengayunkan pedang pada musuh yang sudah tak berdaya. Alasannya, Ali tidak mau membunuh atas dasar dendam.

04 Mei 2013, Orasi Kebangsaan dari Chairul Tanjung. Chairul Tanjung berbagi cerita terkait hidupnya, kesuksesannya, kisah dalam bukunya Chairul Tanjung Si Anak Singkong. Chairul Tanjung mengatakan sukses itu hak semua orang, tidak berarti kita itu bukan anak siapa-siapa lantas kita tidak sukses. Kalau anda ingin sukses anda harus punya harga diri.

“Saya masuk Kedokteran Gigi UI hanya untuk masuk kuliah bukan untuk jadi dokter”, cetus Chairul Tanjung dalam Orasi Kebangsaan ini. Saya harus masuk Universitas Negeri apapun fakultasnya. Saya harus kuliah di UI atau ITB terus jadi Deperma, timpal Chairul Tanjung lagi. Pemicu keadaan itu bisa kita ciptakan ataupun keadaan yang menciptakan, kata Chairul Tanjung.

2030, kita harus membeli masa depan dengan harga sekarang, ide Chairul Tanjung.

Tapi anda tidak akan istimewa karena istimewa membutuhkan fokus. Jadi apapun anda itu tetap mulia. Fashion adalah totalitas terhadap apa yang dia pilih. Jadi apapun anda itu tetap tapi jangan setengah-setengah, jangan tanggung-tanggung, kata Chairul Tanjung.

“Jadi apapun kita, jadilah yang terbaik. Saya ini prajurit Allah, jadi apapun saya itu skenario-Nya”, Chairul Tanjung kembali berbagi.

Selain tokoh-tokoh diatas turut hadir pula, Ahmad Heriawan, Lc, Gubenur Jawa Barat. Dalam orasi kebangsaannya, Ahmad Heriawan mengatakan “persepsi tidak bisa diperbaiki. Pendidikanlah yang memperbaiki persepsi”. Ahmad Heriawan juga mengungkapkan, “Dibalik kelahiran KAMMI ada Aher juga walaupun Ketua Umumnya adalah Fahri Hamzah waktu itu. Anda dan saya ada hubungan darah. Hubungan pikiran. Hubungan peradaban masa depan.”

Konsep negara itu kesejahteraan, aman, dan penghambaan kepada Allah. Semakin tinggi pemikiran dan pemahaman seseorang maka semakin besar langkah-langkahnya, ungkap Aher lagi.

Selain Ahmad Heriawan, hadir pula dari SKK Migas mengisi materi hari itu tentang “Tata Kelola Industri Hulu Migas”. Pembahasannya yang bersifat akademis tapi pertanyaan dalam diskusinya terkait permasalahan Migas baik di Ambon, Riau, Babel. Pandangan dari mahasiswa gerakan.

Selain berbagai Orasi Kebangsaan atau Stadium General, ada agenda utama dalam Muktamar. Itu adalah Persidangan. Selama kurang lebih empat hari pula berlangsungan persidangan. Persidangan terdiri atas berbagai sidang pleno (I, II, III dan IV) dan sidang komisi.

Sidang pleno I berlangsung hampir satu hari. Pada sidang pleno I tentang Pendaftaran dan Verifikasi Peserta Sidang, Penetapan Agenda Acara dan Tata Tertib Sidang, dan Pemilihan Presidium Sidang Muktamar VIII KAMMI. Sidang Pleno I dipimpin oleh pimpinan sidang sementara, steering comite, akhuna Maukuf (Ketua Bidang Pembinaan Kader PP KAMMI), akhuna Andriyana (Sekretaris Umum PP KAMMI) dan akhuna Hadi (TKSO).

Dan saat itu terpilih pimpinan sidang tetap akhuna Reza (PD KAMMI Makassar), dan ditambah salah seorang ikhwan dan seorang akhwat yang saya lupa namanya. Pimpinan sidang tetap memimpin sidang hingga agenda persidangan ini berakhir.

Sidang pleno II tentang Penyampaian LPJ PP KAMMI  oleh Ketua Umum PP KAMMI, Penyampaian LPJ MPP KAMMI, Pandangan Umum delegasi PD dan PW KAMMI terhadap LPJ PP dan MPP KAMMI,  Tanggapan PP KAMMI atas Pandangan Umum delegasi PD dan PW KAMMI, serta Pandangan Akhir delegasi PD dan PW KAMMI terhadap LPJ PP KAMMI. Dan saat itu semua PD dan PW memilih menolak LPJ PP KAMMI. Walaupun LPJ ditolak nampak raut muka Ketua PP KAMMI Periode 2011-2013, Ustad Muhammad Ilyas, Lc sabar dan tenang. Sangat tenang, tidak emosional. Dengan berbagai dinamika yang ada, tentang isu-isu yang beredar saat itu, proses tabayun (klarifikasi) yang dilakukan, semua ditutup dengan seperti biasa budaya kader KAMMI, sama-sama saling berjabat tangan, saling berpelukan, saling bersalam pipi kanan dan kiri, dan ini yang dilakukan antar ikhwan sesama kader ikhwan dan akhwat sesama kader akhwat. Indahnya ukhuwah yang dihiasi pada malam itu, pada malam selesainya sidang pleno II.

Keesokannya berlangsung sidang pleno III, Pembagian Komisi dan Sidang-sidang Komisi. Sidang Komisi A membahas AD, ART, dan usulan nama-nama Dewan Penasehat PP KAMMI. Sidang Komisi B membahas GBHO, Tafsir Independensi, Atribut Organisasi, Mekanisme Pengesahan Pengurus KAMMI dan Penetapan atau Pembubaran KAMMI Wilayah. Komisi C membahas Mekanisme Pemilihan Ketua Umum, Mekanisme Pemilihan Anggota MPP, dan Usulan Calon Tuan Rumah Penyelenggaran Muktamar IX. Sidang Komisi D membahas Panduan Kerja Nasional (PKN), Rencana Strategi, dan Rekomendasi Internal dan Eksternal.

Untuk PD KAMMI Kota Ternate, akhuna Safrudin berada pada komisi A, ukhtuna Nita di komisi B, akhuna Wawan pada komisi C, Wahib dan akhuna Yusuf di komisi D. Wahib memang senang pada ruang yang bergelut untuk merumuskan berbagai konsep.

Dalam sidang komisi D, beberapa draft memang belum ada, maka pada saat itu orang-orang yang terlibat dalam komisi D memulai menyusun dari awal. Panduan Kerja Nasional memakai draft yang dibuat oleh PW KAMMI Jogjakarta. Rekomendasi Internal dan Eksternal diberikan kesempatan untuk masing-masing PD dan PW untuk menyusunnya sendiri dan memasukan ke komisi D. Rencana Strategi, membutuhkan waktu yang panjang untuk menyusunnya, olehnya itu saat itu hanya dibentuk tim penyusun untuk menyusunnya yang berasal dari masing-masing PW KAMMI, yang nantinya berkomunikasi via online, facebook.

Dalam sidang komisi D yang mungkin berlangsung lebih santai, rileks dibanding komisi-komisi lain, salah seorang akhwat mengatakan “saya sedang berada dalam dunia mimpi, saya bermimpi KAMMI tahun 2024 nanti seperti apa”. Dalam mencoba menyusun Rencana Strategi KAMMI dengan tujuan jangka panjangnya selama 10 tahun. Ya, komisi D adalah komisi yang menyusun sesuatu yang masih berada dalam angan-angan, menyusun sebuah konsep pemikiran untuk menjadi realitas. KAMMI hingga tahun 2024.

Hingga berlanjut pada Sidang Pleno IV, sidang yang paling alot. Sidang yang paling sensitif. Sidang Pleno IV, Penetapan Ketua Umum. Dalam penetapan sidang ini terjadi berbagai dinamika hingga pada konteks yang dianggap diluar dari budaya kader KAMMI. Tapi pada akhirnya dengan rekayasa Allah, sentuhan Allah semuanya berjalan lancar. Terpilihnya Akhuna Andriyana, ST sebagai Ketua Umum PP KAMMI Periode 2013-2015. Andriyana terpilih setelah bersaing dengan kandidat kuat lain, seperti Edi Mardiana, Fikri Aziz, Kartika Nurrokhman, Pangi Syarwi, Noval Abudzar, Mohan, dan Hadi Prayitno.

Andriyana terpilih dengan visinya “Membangun sinergitas gerakan dan memimpin gerakan perubahan”. Dengan uraian visi, pertama, kaderisasi merupakan rahim sebuah pergerakan, khususnya dalam gerakan dakwah KAMMI. Kaderisasi yang stimultan, masif dan periayahan kader yang mampu menjadi SDM yang tangguh serta berdaya saing. Kedua, KAMMI sebagai gerakan ekstraparlementer yang mampu menjadi gerakan pelopor dalam perubahan baik dalam tataran wacana dan aksi solutif lainnya. Ketiga, melibatkannya dalam kegiatan poros kepemudaan, politik serta pemerintah yang strategis serta mampu menjadi sosok-sosok yang diperhitungkan kualitasnya. Keempat, KAMMI sebagai kaum intelektual muda yang cerdas dan dinamis yang mampu menjadi pelopor wacana-wacana dan isu strategis. Kelima, perempuan merupakan setengah dari masyarakat (nifsu mujtama’), mendidik, dan memberdayakannya berarti membangun sebuah rahim peradaban dengan segala potensi yang dimiliki para kader akhwat. KAMMI harus dioptimalkan dengan melibatkannya dalam hal-hal strategis, mendukung aksi-aksi solutif perempuan KAMMI dan mengoptimalkan perannya dalam isu-isu keperempuanan baik nasional maupun internasional.

            Dengan misinya, pertama membangun sistem kaderisasi yang produktif dan berdaya saing. Kedua, menjadikan KAMMI terdepan dalam wacana perubahan. Ketiga, menjadikan KAMMI trendsetter gerakan perubahan. Keempat, optimalisasi gerakan perempuan.

            Dengan berbagai dinamika yang terjadi. Muktamar KAMMI VIII, tetap Muktamar Cinta. Dalam muktamar ini kita dapat bertemu dengan berbagai tokoh inspiratif, tokoh politisi, tokoh nasionalis, pemimpin negara, menteri, dengan berbagai pemaparan materi, konsep, kisah, pengalaman hidup mereka, Oesman Sapta (Ketua Umum HKTI), Irman Gusman, SE, MBA (Ketua DPD RI, Fraksi Golkar), Harry Tanoe (Pengusaha Indonesia, Pemilik MNC Group), Andi Rahmat, S.IP (Anggota Dewan DPR RI, Ketua Umum KAMMI Ketiga Periode 2000-2001), DR. Salim Segaf Al-Jufri, MA (Menteri Sosial Republik Indonesia), Fahri Hamzah, SE (Anggota Dewan DPR RI, Ketua Umum KAMMI Pertama tahun 1998), Chairul Tanjung (Pengusaha Indonesia), Ahmad Heriawan, Lc (Gubernur Jawa Barat terpilih Tahun 2013-2018).

            Muktamar KAMMI VIII, Muktamar Cinta. Bertemu dengan berbagai kader KAMMI se-Indonesia yang inspiratif, semangat, dan loyalitas. Berbagi ukhuwah. Muktamar KAMMI, Muktamar Cinta.

Posting Komentar

0 Komentar