Puisi - Menikmati Kota
Menikmati Kota
M. Sadli Umasangaji
Menikmati kota
Berbicara tentang dunia
Ah, tak sebatas dunia
Tapi kita bukan manusia langit
Apatahlagi harus menegakkan kebenaran
Menikmati kota
Atau buku yang kau suka
Buku selalu membuat kita terbuka dan sekaligus
menutup
Tentang idealitas dibalik buku
Menikmati kota
Kau menjelaskan tentang pembenaran
Dengan kaos Munirmu
Aku lebih mengagumi Ahmad Wahib
Menikmati kota
Kita diajak bermain angka
Tapi buku selalu lebih menarik bagimu?
Aku tahu kau pasti mengerti ini guyonan
Menikmati kota
Di pinggir pantai
Kau bicara soal rotasi
Mungkin kita butuh rotasi
Menikmati kota
Kau bicara soal makrokosmos
Tapi kita ini bagian dari mikro atau makro?
Ini candaan kawan
Menikmati kota
Kau berbicara tentang ingatan pada Tuhan
Kau berbicara tentang kekaguman pada Tuhan
Tuhan memang selalu kita kagumi, atau lebih dari
itu
Menikmati kota
Kau berbincang tentang rincian bumi
Berbagi tentang keseimbangan
Mungkin kita juga butuh penyeimbang?
Kau bacakan tentang Tuhan
Padahal kita sedang menikmati kota
Kau bisikan “Adakah Tuhan lain selain Allah?”
Kita memang selalu lemah, terlalu lemah
Kita? Mungkin aku butuh
Liberasi, rasionalitas, dan liberalis
Karena kau bicara tentang yang terkecil
Mungkin kita adalah atom
Kau ulangi lagi tentang musim
Musim apa yang kau sukai?
Mungkin musim dan keseimbangan
Itu yang kita butuh sebagai atom
Dalam keterbatasan ilmu

Posting Komentar
0 Komentar