Negeri Gizi, Konyol
Serial Makhluk Bego
Negeri Gizi, Konyol
Seperti yang sudah saya bilang sebelumnya teman-teman kampus saya
adalah makhluk hidup dari berbagai penjuru belahan kehidupan, ada yang dari
planet mars, ada yang dunia alien, ada yang dari pulau panjang, dan begitulah
teman-teman kampus di kelas saya, hehehe.
Tapi yang paling istimewa ternyata
ada sebagian teman-teman saya yang seperti saya, mereka juga awalnya tidak
ingin masuk lebih tepatnya awalnya tidak berminat kuliah di gizi, hehehe. Dan
ternyata mereka juga konyol seperti saya, mungkin mereka juga pemimpi sinting, dan
akhirnya sebagiannya juga punya mimpi untuk menjadi Ahli Gizi.
Inilah sudut pandang saya untuk
teman-teman saya setelah 3 tahun hidup di kelas bersama, jiah hidup bersama berantem selalu, wkwkwk. Ya, kelas saya adalah
kelas yang terkadang membuat saya malas (maksudnya pada dasarnya saya malas
jadi tambah malas, hehehe), kesal (kesal karena saking malasnya saya, hohoho), sedih (sedih karena terlalu
mendayu-dayu, wkwkwk), susah dan sulit (karena sama-sama bego dalam melalui
masa kuliah, hohoho), senang (karena ternyata ada orang yang konyol seperti
saya dan malah lebih konyol, hehehe), bahagia (karena saking malas, kesal, dan sedih jadi saya memilih bahagia,
bijaksanakan saya? wkwkwk), semangat dan inspiratif (dan ini ternyata bagian
dari pujian belaka, hahaha). Dan secara sadar dan tidak sadar, secara langsung
dan
tidak langsung, teman-teman kelas saya menjadi objek tulisan saya, wkwkwk.
Dimulai dari kelompok “Jailolo”.
Entah nama kelompok ini datang dari mana saya kurang tahu tapi mereka dijuluki
kelompok “Jailolo”, mereka adalah Rita Ajuan, Dewi Umar, Sri Wahyuni Takir, dan
Rosmini Said. Dari sudut pandang saya kelompok ini sangat agresif terutama
dalam bidang untuk datang ke kampus, mereka sangat agresif dengan rasa malas
mereka, sehingga datang ke kampus mungkin hanyalah hobi bagi mereka, apalagi
tugas kampus mungkin hanya hobi semata, hehehe. Sikap malas seperti ini yang
paling saya suka, wkwkwk, karena malas itu sukses, hohoho. Dan saya paling
susah untuk jadi seperti ini, mereka luar dari biasa.
Berlanjut ke kelompok yang baru
terbentuk, yang entah terbentuk karena bongkahan-bongkahan kacaunya kelas
kita serta persaingan yang keras diantara kita dan sesungguhnya yang saya
katakan ini hanya kebohongan belaka, hehehe. Kelompok itu adalah JulAsEvHuEr,
mereka adalah Julfa Awal, Aslinda Ambo, Evi Reny Ahmad, Husmiati H Adam, dan
Erni Amat sangat mengantuk, hehehe. Dari sudut pandang saya kelompok ini adalah
kelompok yang orangnya ada yang kalem (tapi ya entahlah, hehehe), ada yang
menjadi musuh beratnya sebut saja Mr. M lebih tepatnya Miss M, hehehe, ada yang
luar biasa baik hingga jadi alien, hehehe. Dan ternyata kelompok ini juga
seperti Julfa dan Evi awalnya mereka tidak tes di gizi tapi tes untuk jadi
Bidan, dan mungkin si Aslinda yang terlihat senang bila pelajaran yang kita
pelajari lebih mengarah ke pelajaran bidan (tentang ibu hamil), hehehe.
Selanjutnya kita berjalan ke
kelompok 3 idiot alias Kapang, Khamir, Bakteri yang awalnya terdiri dari Fitri,
Kinayat, dan Aslinda tapi karena Aslinda pindah ke Julasevhuer (seperti pemain
sepakbola yang transfer ke club lain)
jadi kelompok ini jadi “Duo Racun”, wah
gawat, wkwkwk. Kelompok “Duo Racun” akhirnya terdiri dari Fitri dan Kinayat,
yang akhir-akhir ini kayaknya ada Nursilawati yang ingin gabung, dan nanti jadi
“Tiga Macan”, hehehe. Mereka bertiga menurut pandangan saya adalah orang yang
datang ke kampus paling akhir tapi pulang kampus paling awal, luar dari biasa,
hehehe.
Kemudian kita berlangkah lagi ke dua orang cowok di kelas kita
selain saya, ya mereka adalah Musmin dan Sebastian. Orang yang bagi teman-teman
lain penuh dengan ketidakpedulian. Luar biasa ketidakpedulian mereka,
ketidakpedulian tingkat tinggi untuk masuk kuliah dan terhadap tugas kampus,
hehehe. Musmin sendiri adalah seorang ketua HMJ di kampus.
Saya tertati-tati lagi ke kelompok
“Bagian Atas” (Tafure, Tambam, Sulamadaha, Loto, dan Rua), ekh ia setahu saya
diberi nama kelompok “Bagian Atas” karena alamat rumah mereka kebanyakan di
bagian atas (baca: utara), hehehe. Kelompok ini terdiri dari Ramla, Yunita,
Marhama, Suharni, Harmiati, dan Dian. Kelompok ini termasuk kelompok yang
sulit didefinisikan. Ada yang sungguh cerewet, ada yang menjadi tetangga di
samping tempat duduk saya, teman mencontek saya waktu ujian, hehehe. Dan ternyata saya baru tahu kalau kelompok
ini bernama “Teletabis”, entah apa maksudnya. Setahu
saya Yunita, Ramla, Marhama termasuk orang yang tidak berminat masuk gizi juga
mereka kayaknya berminat masuk Bidan, hehehe, Bidan melulu bosan saya mendengarnya,
wkwkw.
Saya kembali berlari menuju
kelompok, kelompok apa ya ? Mereka memang tidak ada nama kelompok makanya saya
beri nama kelompok apa ya ? ok, “New” saja. Ya karena mereka kelompok yang bagi
saya baru, ya baru, ada yang baru senang karena pacaran, ada yang baru gembira
karena kemarin jalan, ada yang baru suka jahil pada orang, ada yang baru suka
mengkritik tapi dibilang mengeluh, ada yang baru suka bicarain orang, ada yang
baru suka bicarain cowok, ada yang baru bicarain saya ya ? wkwkw, paling saya
dipukul karena kegeeran, buk buk bak bak bak, hehehe. Kelompok ini terdiri dari
Aryanti, Citra, Masita, Nurmila, Meita Putri. Setahu saya juga Citra tidak
terlalu suka dengan gizi dia malah sangat berminat dengan komputer, entahlah
tapi dari sudut pandang saya mereka termasuk kelompok yang penuh prestasi,
Aryanti pemilik IP tertinggi dan kalem, Masita si pengeluh sejati dan tukang
kritik (saya suka pemikiran dia secara sama-sama tukang mengeluh, wkwkwk), Citra
yang ngakunya bego (baca: penggemar Raditya Dika juga), Nurmila yang si tukang jahil, dan
Putri si Bombom, itulah prestasi mereka, hehehe.
Setelah berjalan, berlangkah,
bertati-tati dan berlari, akhirnya saya berhenti, wkwkwk. Maksudnya saya lelah
dan berhenti di kelompok yang karena tidak ada nama makanya saya beri nama
“HeMaWaRiYa”, hehehe. Mereka adalah Herlin, Magfrisyah, Wati, Resky, dan
Aryati. Menurut saya mereka adalah kelompok yang aneh (baca: tukang bikin
rusuh). Walau kelihatan kalem tapi jangan kira mereka benar-benar kalem mereka
adalah sebagian orang yang suka bikin rusah (mungkin karena ada gabungnya seseorang), suka
bengong, kabelnya sering putus hingga ada yang lelet, begitulah mereka. Mereka
termasuk orang penuh prestasi juga menurut saya, Herlin orang selalu penuh
semangat pemilik IP tertinggi
ketiga dan tidak mau kalah, Wati, Resky dan Aryati si
tukang buat mie, Magfirsyah si Mr or Miss percaya diri luar dari biasa,
begitulah mereka, hehehe.
Setahu saya Magfirsyah juga pengen jadi Perawat dan itu sudah rahasia umum,
hehehe. Begitu juga dengan Resky, Wati, dan Aryati ini orang juga awalnya tes di
kebidanan dan kesasar masuk gizi.
Uhmkok
jadinya begini ya? Padahal awalnya saya mau buat tulisan tentang belajar dari
teman-teman kelas,kok jadi gini? Ya, saya
belajar dari sikap mereka mulai dari saya malas dan saya sukses,
ketidakpedulian terhadap pendapat orang yang menjatuhkan kita, sikap yang
kalem, sikap yang tetap percaya diri walau tak bisa sama sekali, sikap tidak
mau kalah dan semangat berapi-api, menjadi tetangga yang baik, belajar pulang
kampus malam kalau sampai tugas numpuk, yang paling penting belajar untuk jadi
konyol hingga kabur dari kampus, begitulah jangan-jangan saya yang konyol lagi,
hehehe.
Kelas kita adalah kelas yang
dikatakan kurang ajar tapi bagi saya kurang diajar, kelas yang dianggap lancang
diatas lancang, hehehe. Kelas kita juga telah melakukan beberapa kali
pergantian presiden lebih tepatnya ketua tingkat disingkat keting (baca: kepala
sinting). Kelas kita telah dipimpin oleh Musmin (Keting Semester I), Saya
(Keting Semester II, mengapa kalian pilih dia jadi keting, banci kayak begini
juga?), Magfirsyah (Keting Semester III), Nurmila (Keting Semester IV), dan
Masita (Keting Semester V).
Kemarin saya baca tulisan di papan
tulis kelas entah ditulis
oleh siapa, dibuat Struktur “Negeri Gizi Semester V”.
Beginilah strukturnya:
Begitulah strukturnya, struktur kelas waktu semester V dan dibuat
dan ditambah sedikit sehingga menjadi konyol, hehehe. Kementerian kesakitan
(stres) yang dihuni oleh semua mahasiswa (semester V) karena semua mahasiswa
hampir 95% mengalami stres dan otak sedikit melenceng dari keadaan normal.
Saya sendiri memandang saya dari sudut pandang saya, menurut saya,
saya adalah orang yang egois, mungkin dibenci oleh teman-teman kelas karena
egois, hehehe, seorang yang independen, malas, konyol, dan yang terakhir suka
mengganggu orang lain, hehehe, kalau diam ya diam banget, tapi kalau lagi
menganggu ya menganggu banget, “Tauncang”, “Nha sadis lagi ikh?”, hehehe.
Terakhir sekonyol-konyol kelas kita dan yang awalnya tak berminat
masuk gizi, tapi akhirnya semoga menjadi anugerah, jiah anugerah, hehehe.
Begitulah akhirnya ada juga yang bermimpi dan berharap bisa kuliah dan raih
hingga M. Gz dan mungkin sampai doktor gizi, hehehe. Sarjana saja susah dan
belum, wkwkwk. Dan sekarang DIII saja sudah muntah-muntah, otak melenceng
sedikit, hahaha. Tapi “Bermimpilah selama mimpi itu indah untukmu”.
Dan
kita juga termasuk orang-orang yang mau menerjang tantangan, menggoda
kesulitan, membekukan kesusahan, memecahkan kesedihan. Kita ingin mengumpulkan
bongkahan-bongkahan pengalaman kehidupan yang penuh warna yang terjalin
membentuk lika-liku kehidupan yang tak dapat diterka. Kita termasuk orang-orang
yang mendambakan kemungkinan-kemungkinan lautan tak terduga, mengalir,
berkembang, terapung ke arah yang mengejutkan. Kita termasuk orang yang
menggetarkan kehidupan. Kita bermimpi, senang dan bahagia menikmati kehidupan entah seperti glukosa menjadi glikogen
atau protein menjadi asam amino, butuh proses. Seperti
kata bijak “Hidup ini adalah warna-warni yang terlakar pada kanvas,
walaupuntidak cantik ia tetap mempunyai sejuta maksud”. Dan ternyata saya menjadi berlebihan, hehehe. Selesai, salam Negeri Gizi “Konyol”.

Posting Komentar
0 Komentar